http://www.jawapos.com/baca/artikel/5157/Jalani-SMA-Hanya-Setahun-Jadi-Lulusan-Cum-Laude-Fakultas-Hukum-UI-
Selasa, 28 Oktober 2014
Senin, 27 Januari 2014
Kepadamu Yang Akan Menjadi Pendampingku Kelak
Kawaan, bisa
di baca puisinya. Dijamin gak nyesel deh kalo baca.. hehe Puisinya begitu indah
dan menyejukkan hati banget. Puisi ini berisi untaian pesan buat calon
pendamping kita kelak. Meskipun, tidak tahu siapa pengarangnya. Semoga bagi
pengarang yang sudah menghasilkan puisi yang begitu indah ini, selalu mendapat
perlindungan dari Allah SWT. aamiin
"
Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak…
Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih….
Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tau,aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan.
Maka ketahuilah…
Kepadamu yang akan memilihku kelak…
Aku tak sebijak bunda Khadijah, karenanya ku ingin kau tau,
aku bisa saja berbuat salah dan begitu membuatmu marah.
Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku durhaka kepadamu…
Duhai kau yang yang telah memilihku kelak….
Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu,
ada kalanya aku akan terlihat begitu kusam dan jelek.
Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur,
untuk menyiapkan makan untukmu dan malaikat-malaikat kita nanti, InsyaAllah
Maka, aku akan tampak kotor dan bau asap.
Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita,
agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat.
Maka mungkin aku tidak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.
Ataukah kau akan menemukanku terkantuk-kantuk saat mendengar keluham dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur kerana harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel,
dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..
Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,
maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatan ku…
Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih….
Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna.
Karenanya ku ingin kau tau,aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan.
Maka ketahuilah…
Kepadamu yang akan memilihku kelak…
Aku tak sebijak bunda Khadijah, karenanya ku ingin kau tau,
aku bisa saja berbuat salah dan begitu membuatmu marah.
Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku durhaka kepadamu…
Duhai kau yang yang telah memilihku kelak….
Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu,
ada kalanya aku akan terlihat begitu kusam dan jelek.
Mungkin karena aku begitu sibuk berjibaku di dapur,
untuk menyiapkan makan untukmu dan malaikat-malaikat kita nanti, InsyaAllah
Maka, aku akan tampak kotor dan bau asap.
Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita,
agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat.
Maka mungkin aku tidak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.
Ataukah kau akan menemukanku terkantuk-kantuk saat mendengar keluham dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur kerana harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel,
dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu..
Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku,
maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatan ku…
Padamu yang
menjadi nahkoda dalam hidupku kelak…
Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah,
menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa,
aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku,
dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu,
maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya belaianmu…
Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadam segala resahku…
Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak…
Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah..
Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-NYA..
Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah,
menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa,
aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku,
dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu,
maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya belaianmu…
Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadam segala resahku…
Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak…
Ketahuilah, aku tak secerdas Aisyah..
Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-NYA..
Jangan segan
membangunanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang
Maha Kasih..
Jangan letih mengingatkanku untk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..
Bimbing tanganku ke Jannah-NYA agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya… Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku…
Jangan letih mengingatkanku untk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah..
Bimbing tanganku ke Jannah-NYA agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya… Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku…
Seiring berjalanya waktu,kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah,
akan menipis dam memutih. Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar…
Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu…
Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu…
Maka jangan pernah berpaling dariku…
Karena satu yang tak pernah berubah,
bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah,
yaitu rasa cintaku padamu…
Ketahuilah… Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu.
Maka cintailah aku karena-NYA, dengan apa adanya aku…
Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna…
Maafkan aku karena aku bukan istri Nabi.”
Rabu, 15 Januari 2014
KESEMPATAN YANG TERTUNDA
Di pagi hari
yang sejuk dan segar akan bumi ciptaan TUHAN kita. Aktifitas orang-orang yang
berjalan dengan padatnya.
Kini, siswi
STM yang tengah terburu-buru karena terlambat untuk berangkat ke sekolah.
Dengan menaiki Angkutan Umum, jalanan semakin siang semakin macet. Dan akhirnya
siswa yang bernama “Rina” ini terlambat kesekolah.
Gerbang
sekolah sudah tertutup. Tetapi, rina di izinkan masuk dengan syarat push up
sebanyak 20x “(maklum, peraturan di STM seperti itu)”.
(rina mulai
menghitung) .“satu.. dua.. tiga.. empat.. lima.. dan seterusnya hingga hitungan
20”.
Tak disengaja, rina melihat cowok manis yang lewat
dihadapannya. Namanya “Riko”. Ya, riko adalah pemuda yang cukup manis di
pandangan rina. Dia mengambil jurusan otomotif.
“Rina, kamu
boleh masuk.” (perintah guru piket)
“iya,
terimakasih bu..” (ucap rina) sambil berlari mengejar ketertinggalannya. Meski
pandangan rina tetap ke arah Riko yang sedang berbicara dengan salah satu guru.
Sebenarnya, sudah lama rina menyukai sosok riko. Namun riko belum
mengetahuinya.
“tok..tok..”
“maaf bu, saya terlambat” (ucap rina ter-engah-engah)
“maaf bu, saya terlambat” (ucap rina ter-engah-engah)
“iya, silahkan masuk rina!” (ibu guru)
“terima kasih bu..”(rina)
Eeh..eh.. J dan ternyata riko belajar di ruangan sebelah tempat rina
belajar . selesei pelajaran,kelas rina dan riko keluar bersamaan. Mereka salig
menatap dari depan kelas mereka yang baru saja mereka pakai. Saking lamanya
rina menatap ke arah riko, tanpa disadari rina di tinggal teman sekelasnya.
“ya
ampuunn... gue di tinggal.. -_-“. Saat rina sadar, rina segera menyusul mereka.
Untuk melanjutkan pelajaran.
“kring..kring..kring..”
(bel istirahat berbunyi)
“kita ke
kantin yu rin! Laper nihh....” (ajak teman rina)
“ngga ah,
aku lagi kanker nih .. “ (ucap rina)
“haaaahh..
kanker? Apa hubungannya ? (jawab temannya). Karena keterpolosan temannya. Rina
hanya mesem -_-.
“kantong kering, alias bokek, ngga punya uang maksudnya la.” (jawab rina dengan jelas).
“kantong kering, alias bokek, ngga punya uang maksudnya la.” (jawab rina dengan jelas).
“hhihihi...
“ ( rina cekikikan)
Padahal rina
sedang asiik sms’an dengan riko (PDKT) lewat hape.
Sebenarnya
mereka sudah dekat, tapi belum ada yang berani untuk mengungkapkan perasaannya
duluan.
Sepulang
sekolah, mereka ketemuan di perpustakaan. Mereka asik mengobrol, dan pada
akhirnya mereka saling mengatakan “___”.
“Rina..rumah
kamu dimana?” (tanya riko) tersenyum J.
“di sumber
rik “ (jawab rina dengan wajah merah muda).
“kalau riko
boleh tau, hati rina sudah ada yang miliki belum ?” (tanya riko).
JEBRET...
Jantung rina
berdegup sangat kencang, saat riko menanyakan hal itu. Rina langsung
mengira-ngira bahwa riko akan menembaknya. (dengan rasa PD)
“Memangnya
kenapa?, sepertinya belum”.(jawab rina malu-malu)
“boleh tidak
kalau....turututututurututut... handphone riko mendadak berbunyi, riko langsung
keluar perpus dan mengangkat teleponnya. Muka rina mendadak berubah seketika.
Yang tadinya tegang dan penasaran menjadi kecut masam.
“oh ya, maaf
ya aku harus pulang duluan. Ayah sudah menelfon, dan aku harus segera pulang”(
ucap riko).
“oh ya sudah
tidak apa-apa”. Jawab rina (dalam hatinya sangat kecewa).
Padahal ia
sudah tidak sabar untuk mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut riko tadi.
(huft...
ada-ada saja).
Tak lama
kemudian, rina pu memutuskan untuk pulang. Karena hari semakin sore, jalanan
semakin ramai dan macet. Rina menaiki angkutan umum, memakan waktu 30menit
untuk sampai dirumah.
Sesampainya
turun dari angkot yang ia naiki, gang rumah rina berlawanan dari angkotnya. Dan
ia harus menyebrang jalan.
Tiba-tiba.
“tttttttttttiiiiiiiiinnnnnnnnn..........
bbbrrrrrrrrakkkk”.
Suara tabrak
yang cukup keras. Setelah dilihat, ternyata mobil merk Avanza menabrak seorang
siswi SMA. Dan yang tertabrak ialah Rina. Rina langsung dibawakan kerumah sakit
oleh warga sekitar.
Kabar
tersebut telah sampai ke keluarga rina. dan salah seorang teman yang mendapat
kabar tersebut segera memberi tahu pihak sekolah. Sampai kabar tersebut
terdengar oleh riko.
“riko,
gawatt... rina kecelakaan dan sekarang dia dirumah sakit”. (salah seorang teman
rina yang memberi tahu).
“asstaghfirullahal’adzim,
kalau begitu antar aku kesana”. Pinta riko.
Tadinya riko
sempat tidak percaya. Karna yang memberi tahu teman dekatnya rina. Akhirnya ia
memutuskan untuk langsung kerumah sakit dan melihatnya langsung.
Sesampai
dirumah sakit, rina dibawa oleh suster ke R.ICU. Riko tersontak kageett. Dalam
hatinya berkata “yaa Tuhan.... jangan ambil dia, aku begitu sangat
menyayanginya. Aku ingin dia tau, bahwa aku sangat sayang dan cinta padanya”.
Dokter yang
terburu-buru masuk ke ruangang tersebut untuk mengatasi rina.
15 menit kemudian.
Riko
menunggu dan terus berdo’a dengan wajah yang sangat panik. Dokter keluar dari
ruangan.
“dok...dok...
bagaimana anak saya?”. Tanya orang tua rina.
“sebelumnya
bapak dan ibu tenang dulu”. Jawab dokter.
“bagaimana
keadaan rina dok?”. Tanya riko.
“anda ini
siapa nya rina?”. Tanya dokter pada riko.
“saya...
teman dekatnya rina dok”. Jawab riko.
Akhirnya
dokter meminta untuk berbicara kepada kedua orang tua rina.
Saat dokter
berbicara, riko memperhatikannya. Walaupun tidak tau apa yang dokter katakan
kepada kedua orang tua rina.
Tiba-tiba
ibunda rina menjerit dan menangis sangat histeris.
Riko yang
langsung panik, dan menghampiri dokter lalu bertanya “ada apa dok? Ada apa
dengan rina?”.
Lalu, dokter
menjawab “maaf nak, teman dekatnya tidak bisa tertolong karna ia terlalu banyak
mengeluarkan darah”.
pada saat itu, riko hanya terdiam dan tidak percaya dengan perkataan dokter barusan.
pada saat itu, riko hanya terdiam dan tidak percaya dengan perkataan dokter barusan.
Riko
memasuki ruangan ICU, lalu melihat keadaan rina yang sudah tak berdaya.”rinaa....bangun
rin.. aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu. Please.. jangan tinggalin
aku”. Sambil memeluk jasad rina dan mencium kening rina. Tak diduga dan di
sangka. Ternyata riko harus kehilangan orang yang ia sayangi. Padahal ia belum
sempat mengatakannya pada rina.
Padahal,
rina juga memiliki rasa yang sama dengan riko.
Semuanya
sudah takdir, mungkin inilah jalan Tuhan yang diberikan kepada mereka.
Esok
harinya.
Jasad rina
segera dimakamkan. Seluruh kelurga, warga sekolah, teman dan kerabat rina pun
turut berduka cita atas kepergian rina. Apalagi riko yang sangat pedih atas
kehilangannya.
Pada saat
pemakaman selesei, dan semua orang pulang. Riko masih duduk di samping makam
rina. Sambil mangatakan “aku sayang kamu rin.. semoga kamu disana baik-baik
saja. Semoga kamu bahagia disana, semoga aku menemukan sosok sepertimu lagi di
dunia ini”. Sambil menaruh sebuah surat yang lama ia ingin berikan pada rina.
Lalu riko
pergi dari dari makam dan pulang.
Isi surat:
“kamu tau
gak rin, udah lama aku memperhatikan kamu. Jujur aku tertarik sama kamu. Aku
suka sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku”.
THE END.
Langganan:
Komentar (Atom)


