Rabu, 15 Januari 2014

KESEMPATAN YANG TERTUNDA



Di pagi hari yang sejuk dan segar akan bumi ciptaan TUHAN kita. Aktifitas orang-orang yang berjalan dengan padatnya.
Kini, siswi STM yang tengah terburu-buru karena terlambat untuk berangkat ke sekolah. Dengan menaiki Angkutan Umum, jalanan semakin siang semakin macet. Dan akhirnya siswa yang bernama “Rina” ini terlambat kesekolah.
Gerbang sekolah sudah tertutup. Tetapi, rina di izinkan masuk dengan syarat push up sebanyak 20x “(maklum, peraturan di STM seperti itu)”.
(rina mulai menghitung) .“satu.. dua.. tiga.. empat.. lima.. dan seterusnya hingga hitungan 20”.
Tak disengaja, rina melihat cowok manis yang lewat dihadapannya. Namanya “Riko”. Ya, riko adalah pemuda yang cukup manis di pandangan rina. Dia mengambil jurusan otomotif.
“Rina, kamu boleh masuk.” (perintah guru piket)
“iya, terimakasih bu..” (ucap rina) sambil berlari mengejar ketertinggalannya. Meski pandangan rina tetap ke arah Riko yang sedang berbicara dengan salah satu guru. Sebenarnya, sudah lama rina menyukai sosok riko. Namun riko belum mengetahuinya.
“tok..tok..”
“maaf bu, saya terlambat” (ucap rina ter-engah-engah)
“iya, silahkan masuk rina!” (ibu guru)
“terima kasih bu..”(rina)
Eeh..eh.. J dan ternyata riko belajar di ruangan sebelah tempat rina belajar . selesei pelajaran,kelas rina dan riko keluar bersamaan. Mereka salig menatap dari depan kelas mereka yang baru saja mereka pakai. Saking lamanya rina menatap ke arah riko, tanpa disadari rina di tinggal teman sekelasnya.
“ya ampuunn... gue di tinggal.. -_-“. Saat rina sadar, rina segera menyusul mereka. Untuk melanjutkan pelajaran.
“kring..kring..kring..” (bel istirahat berbunyi)
“kita ke kantin yu rin! Laper nihh....” (ajak teman rina)
“ngga ah, aku lagi kanker nih .. “ (ucap rina)
“haaaahh.. kanker? Apa hubungannya ? (jawab temannya). Karena keterpolosan temannya. Rina hanya mesem -_-.
“kantong kering, alias bokek, ngga punya uang maksudnya la.” (jawab rina dengan jelas).
“hhihihi... “ ( rina cekikikan)
Padahal rina sedang asiik sms’an dengan riko (PDKT) lewat hape.
Sebenarnya mereka sudah dekat, tapi belum ada yang berani untuk mengungkapkan perasaannya duluan.
Sepulang sekolah, mereka ketemuan di perpustakaan. Mereka asik mengobrol, dan pada akhirnya mereka saling mengatakan “___”.
“Rina..rumah kamu dimana?” (tanya riko) tersenyum J.
“di sumber rik “ (jawab rina dengan wajah merah muda).
“kalau riko boleh tau, hati rina sudah ada yang miliki belum ?” (tanya riko).
JEBRET...
Jantung rina berdegup sangat kencang, saat riko menanyakan hal itu. Rina langsung mengira-ngira bahwa riko akan menembaknya. (dengan rasa PD)
“Memangnya kenapa?, sepertinya belum”.(jawab rina malu-malu)
“boleh tidak kalau....turututututurututut... handphone riko mendadak berbunyi, riko langsung keluar perpus dan mengangkat teleponnya. Muka rina mendadak berubah seketika. Yang tadinya tegang dan penasaran menjadi kecut masam.
“oh ya, maaf ya aku harus pulang duluan. Ayah sudah menelfon, dan aku harus segera pulang”( ucap riko).
“oh ya sudah tidak apa-apa”. Jawab rina (dalam hatinya sangat kecewa).
Padahal ia sudah tidak sabar untuk mendengarkan ucapan yang keluar dari  mulut riko tadi.
(huft... ada-ada saja).
Tak lama kemudian, rina pu memutuskan untuk pulang. Karena hari semakin sore, jalanan semakin ramai dan macet. Rina menaiki angkutan umum, memakan waktu 30menit untuk sampai dirumah.
Sesampainya turun dari angkot yang ia naiki, gang rumah rina berlawanan dari angkotnya. Dan ia harus menyebrang jalan.
Tiba-tiba.
“tttttttttttiiiiiiiiinnnnnnnnn.......... bbbrrrrrrrrakkkk”.
Suara tabrak yang cukup keras. Setelah dilihat, ternyata mobil merk Avanza menabrak seorang siswi SMA. Dan yang tertabrak ialah Rina. Rina langsung dibawakan kerumah sakit oleh warga sekitar.
Kabar tersebut telah sampai ke keluarga rina. dan salah seorang teman yang mendapat kabar tersebut segera memberi tahu pihak sekolah. Sampai kabar tersebut terdengar oleh riko.
“riko, gawatt... rina kecelakaan dan sekarang dia dirumah sakit”. (salah seorang teman rina yang memberi tahu).
“asstaghfirullahal’adzim, kalau begitu antar aku kesana”. Pinta riko.
Tadinya riko sempat tidak percaya. Karna yang memberi tahu teman dekatnya rina. Akhirnya ia memutuskan untuk langsung kerumah sakit dan melihatnya langsung.
Sesampai dirumah sakit, rina dibawa oleh suster ke R.ICU. Riko tersontak kageett. Dalam hatinya berkata “yaa Tuhan.... jangan ambil dia, aku begitu sangat menyayanginya. Aku ingin dia tau, bahwa aku sangat sayang dan cinta padanya”.
Dokter yang terburu-buru masuk ke ruangang tersebut untuk mengatasi rina.
       15 menit kemudian.
Riko menunggu dan terus berdo’a dengan wajah yang sangat panik. Dokter keluar dari ruangan.
“dok...dok... bagaimana anak saya?”. Tanya orang tua rina.
“sebelumnya bapak dan ibu tenang dulu”. Jawab dokter.
“bagaimana keadaan rina dok?”. Tanya riko.
“anda ini siapa nya rina?”. Tanya dokter pada riko.
“saya... teman dekatnya rina dok”. Jawab riko.
Akhirnya dokter meminta untuk berbicara kepada kedua orang tua rina.
Saat dokter berbicara, riko memperhatikannya. Walaupun tidak tau apa yang dokter katakan kepada kedua orang tua rina.
Tiba-tiba ibunda rina menjerit dan menangis sangat histeris.
Riko yang langsung panik, dan menghampiri dokter lalu bertanya “ada apa dok? Ada apa dengan rina?”.
Lalu, dokter menjawab “maaf nak, teman dekatnya tidak bisa tertolong karna ia terlalu banyak mengeluarkan darah”.
pada saat itu, riko hanya terdiam dan tidak percaya dengan perkataan dokter barusan.
Riko memasuki ruangan ICU, lalu melihat keadaan rina yang sudah tak berdaya.”rinaa....bangun rin.. aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu. Please.. jangan tinggalin aku”. Sambil memeluk jasad rina dan mencium kening rina. Tak diduga dan di sangka. Ternyata riko harus kehilangan orang yang ia sayangi. Padahal ia belum sempat mengatakannya pada rina.
Padahal, rina juga memiliki rasa yang sama dengan riko.
Semuanya sudah takdir, mungkin inilah jalan Tuhan yang diberikan kepada mereka.
Esok harinya.
Jasad rina segera dimakamkan. Seluruh kelurga, warga sekolah, teman dan kerabat rina pun turut berduka cita atas kepergian rina. Apalagi riko yang sangat pedih atas kehilangannya.
Pada saat pemakaman selesei, dan semua orang pulang. Riko masih duduk di samping makam rina. Sambil mangatakan “aku sayang kamu rin.. semoga kamu disana baik-baik saja. Semoga kamu bahagia disana, semoga aku menemukan sosok sepertimu lagi di dunia ini”. Sambil menaruh sebuah surat yang lama ia ingin berikan pada rina.
Lalu riko pergi dari dari makam dan pulang.
Isi surat:
“kamu tau gak rin, udah lama aku memperhatikan kamu. Jujur aku tertarik sama kamu. Aku suka sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku”.

THE END.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar