Berfikir masa depan merupakan cara berfikir orang-orang dewasa yang cerdas. .
hari esok baginya sebagai tumpuan harapan .
bahkan dalam kesehariannya , mereka hidup sederhana guna menggapai kebahagiaan sejati
di hari nanti, lebih dari itu terkadang mereka sanggup menderita di masa kini, demia kebahagiaan generasi sesudahnya ..
bukankah kita telah akrab dengan pribahasa "berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian ,bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemdian "
sungguh ideal ungkapan ini. bisa jadi ungkapan ini sebagai tafsiran dari ayat al-Qur'an surat al-Insyirah: "Fa inna ma'alusriyusron. Inna ma'al-usriyusron" . (maka sesungguhnya penyerta setelah kesulitan terdapat kemudahan.) ungkapan tersebut dua kali di ulang kalimatnya sebagai penegas (taukhid) bahwa memang demikian sunnatullah-nya, "tak mungkin akan meraih sukses tanpa perjuangan yang melelahkan"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar