Kamis, 31 Oktober 2013

HIJAB SEORANG KIMCIL





Di pagi hari yang cerah, seorang janda yang sedang menyapu halaman rumahnya. Bernama “desy”.Desy ialah seorang istri yang di tinggal suaminya pergi akibat perselingkuhan. Sehingga kini status desy ialah janda. Tetapi desy masih terlihat sangat muda seperti berumur 25tahun. Sedangkan usianya menginjak 32tahun. Desy belum mempunyai seorang anak. Sekarang desy hidup sebagai sebatang kara dan tak mempunyai pekerjaan. Dan akhirnya desy menuju jalan yang salah, ia menjadi seorang kimcil yang tiap malam melayani om-om dan pejabat-pejabat cabul. Untuk memenuhi kehidupannya kini desy rela menjual harga dirinya kepada laki-laki liar.
Sahabatnya suci sering se-kali mengingatkan desy untuk bertaubat dan mencari pekerjaan yang lebih baik dan halal. “des, kenapa kamu tak berhenti dari pekerjaan ini?” tanya suci.
“kalau aku berhenti, lantas aku makan dengan apa suci? Batu...?” ujar desy dengan suara lantang.
“masih banyak des, pekerjaan diluar sana yang halal”. Hentak desy.
“alaahh...buktinya semua pekerjaan yang kamu tawarkan ke aku, tidak membuahkan hasil”. Desy mengelak.

(Suci tak bisa menjawab, dan hanya menggelengkan kepala dan ber-istighfar dalam hatinya).

Malam minggu, tanggal 31 Agustus 2013 pukul 24.00 Ini desy telah bersiap-siap dan berdandan sangat sexy dan cantik. Untuk siap-siap mangkal di pinggiran kota. Karena desy masih terlihat muda dan cantik di bandingkan teman-temannya, tak heran bila desy lebih dulu yang mendapatkan pelayan. Yaitu, seorang pengusaha batu bara. Tanpa basa-basi desy langsung memasuki mobil pelayan.
“hai...kamu cantik sekali”. Goda laki-laki itu.
“ahh..kamu bisa saja”. Jawab desy.

Sesampainya di hotel berbintang, desy langsung dibawa ke kamar oleh lelaki itu. Desy pun langsung melayani lelaki itu. Dan di bayar 10jt rupiah. Selesei melayani lelaki itu, desy di antarkan pulang pukul 03.00 WIB.
Keesokan harinya seperti biasa, sahabat desy yang sangat muslimah itu menghampiri rumah desy.
“assalamu’alaikum des, tadi malam kang asep mencarimu dan datang ke rumahmu, kamu kemana ya?” tanya suci.
Kang asep ialah putra dari lurah di kampungnya yang sudah lama menaksir desy. Tapi kang asep ini berbeda dari laki-laki lain. Sopan santun dia sangat baik. Tetapi, tetap saja desy terus-terusan menolak kang asep.
“ya..sory, tadi malam aku habis kerja”. Jawab desy.
“kerja apa kamu des? Jangan bilang kamu sebagai kupu-kupu malam lagi...?” tanya suci.
“ya, terus kalau bukan itu apa lagi ?”. jawab desy.
“kamu masih belum bisa berhenti dari pekerjaan itu ?”. tanya suci.
“hhoooaammm. . . . ahh sudahlah suci, aku sebenarnya masih ngantuk. Aku baru pulang jam 03.00 tadi, sudah ya mau istirahat. daaahhh. .. .” .sambil menutup pintu dan meninggalkan suci di depan pintu.
(Suci hanya bisa beristighfar lagi sambil menggelengkan kepala).

            Malam selanjutnya, desy sudah stand by ditempat pangkalannya. Malam ini desy terlihat sangat sexy sekali, karena ia baru saja mendapat kenalan seorang pejabat kaya raya.
Mobil mewah datang menghampiri desy yang ternyata ialah pejabat kaya raya itu. Tanpa basa-basi lagi desy langsung di bawa pergi. Dan ternyata desy bukan dibawa kesebuah hotel melainkan penampungan kupu-kupu malam(kimcil). Dan orang yang menyamar sebagai pejabat iala seorang polisi. Desy kaget bukan kepalang.
“lohhh . . .aku mau dibawa kemana? Kita tidak kehotel?”. Tanya desy.
“maaf, saya bukan seorang pejabat kaya, melainkan seorang polisi. Dan anda harus segera ikut saya ke kantor”. Ujar polisi.
“haaa.... pak-pak tolong jangan bawa saya”. Keluh desy.
Tak lama kemudian tempat perkumpulan kupu-kupu malam di razia habis-habisan dan tak lama desy dan teman-temannya di jebloskan ke dalam penjara 10 tahun.
Desy hanya bisa merenung di dalam sel. Dan hatinya berkata “ya Tuhan... ampunilah aku! Diriku sangat kotor, berilah hidayahmu kepadaku ya Tuhan...”

5hari kemudian
Desy benar-benar menyadari akan kesalahannya. Dan ia sungguh-sungguh ingin bertaubat. Suci datang tiba-tiba untuk menjenguk desy, suci dapat kabar bahwa desy dipenjara. Desy tersentak kaget melihat sahabatnya datang untuk menjenguknya. Sambil menangis desy berkata “suci...maafin aku selama ini. Selama ini, aku tak pernah mendengarkan semua nasehat-nasehatmu. Kini aku sudah menjadi wanita yang sangat kotor. Suci aku baru menyadari kalu selama ini kamu begitu perhatian sama aku”. Sambil memeluk erat suci.
“sudah des..sudah.. aku tidak pernah marah padamu dan aku sudah memaafkanmu”. Jawab suci.
“tolong suci. . . bantu aku untuk bertaubat”. Pinta desy.
“iya des, aku akan berusaha membantumu, yang terpenting kamu harus meminta ampun sma Allah dan harus mendekatkan diri pada-Nya”. Ujar suci.
Desy melepas pelukannya dan menghapus  air matanya.
“baiklah kalau begitu, aku akan mendekatkan diri pada Allah”. Ucap desy.
“kalau begitu aku pamit pulang dulu”. Ujar suci.
“terima kasih” .desy  Memeluk suci lagi .
“sama-sama, assalamu’alaikum”. Ujar suci.
Desy kembali menyesal dan terus merenung. Hari demi hari desy mulai untuk belajar sholat meski di dalam sel.
            10 tahun kemudian. . .
Desy kini terbebas dari penjara. Dan ia kini bersi keras dan bersungguh-sungguh utuk berhijab menutup auratnya.
Sesampai di rumahnya. Desy menyapa suci “suciiiiii. . . . . . .” tersenyum desy.
Suci tersentak kaget melihat perubahan desy yang sekarang? Tetapi dalam hatinya begitu senang melihat sahabatnya yang sudah bertaubat.
“subhanallah...desy kamu terlihat cantik menggunakan jilbab itu”. Suci tersenyum lebar.
“iya..ini semua berkat pertolongan Allah dan pertolonganmu suci...” Desy tersenyum.
“dan beberapa hari kemudian kini desy telah bisa menerima kang asep di hatinya, dan bulan depan mereka akan segera menikah”.
“desy pun menjalani rumah tangga dengan menjadi istri yang sholekha”.








 Pesan Moral:
1.      Janganlah menyepelekan suatu nasehat baik dari seseorang
2.      Berbuat baiklah dalam melakukan segala hal
3.      Jadikan pengalaman sebagai guru terbaik kita
4.      Mintalah pertolongan kepada Tuhan Kita (ALLAH SWT)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar